Jakarta, 8 Agustus 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan memperkuat peran dakwah dalam bidang ilmu falak, perwakilan Pimpinan Cabang Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang melalui Lajnah Dakwah mengikuti kegiatan Pelatihan Ilmu Falak (Falaqiyyah) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah ini menjadi bagian dari upaya pembentukan Komite Hisab dan Ru'yah di lingkungan Al Irsyad Al Islamiyyah.
Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan dari 10 cabang/daerah Al Irsyad Al Islamiyyah. Kehadiran berbagai perwakilan daerah ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi dan meningkatkan kapasitas kader Al Irsyad dalam memahami serta mengimplementasikan ilmu falak secara lebih sistematis.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah, Prof. Dr. Faishal bin Mahdi. Turut hadir Prof. Misri Ghozan sebagai bagian dari jajaran Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pematerian dari Ustadz Abdul Azis Bahalawan serta perwakilan Kementerian Agama RI bidang ilmu falak.
Materi yang disampaikan mencakup sejumlah pembahasan fundamental dalam ilmu falak, di antaranya dasar-dasar ilmu falak, penentuan waktu salat, penentuan arah kiblat, hisab awal bulan Hijriah, serta praktik penggunaan falak digital sebagai salah satu instrumen dalam perhitungan dan pengamatan astronomi Islam.
Tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kebutuhan keagamaan di masyarakat.
Bagi Lajnah Dakwah Al Irsyad Karawang, keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kader dan dai, khususnya dalam bidang yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah umat Islam.
Pembentukan Komite Hisab dan Ru'yah diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi sekaligus penguatan keilmuan di lingkungan Al Irsyad Al Islamiyyah, sehingga persoalan-persoalan terkait waktu ibadah, arah kiblat, kalender Hijriah, dan penentuan awal bulan dapat ditangani dengan pendekatan keilmuan yang kuat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, Al Irsyad Al Islamiyyah terus mendorong lahirnya kader-kader yang tidak hanya memiliki kapasitas dalam dakwah, tetapi juga memiliki kemampuan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan umat di tengah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Dari ilmu falak, kita belajar membaca tanda-tanda kebesaran Allah di langit, sekaligus menghadirkan ketepatan dalam pelaksanaan ibadah umat.
Tulis Komentar