0811106108

TAUBAT SEBELUM RAMADHAN TIBA

$rows[judul]

Ramadhan adalah bulan yang agung, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, dilipatgandakan pahala, dan dibuka pintu-pintu ampunan. Setiap muslim tentu berharap dapat menjumpai Ramadhan dalam keadaan iman yang kuat dan hati yang siap beribadah. Namun, hendaknya kita merenung sejenak: sudahkah hati ini benar-benar siap menyambut Ramadhan?

Jangan sampai Ramadhan datang, sementara hati kita masih berat untuk menunaikan shalat, enggan membaca Al-Qur’an, lalai dari zikir, bermusuhan dengan kerabat, serta ringan dalam melakukan maksiat. Ramadhan bukanlah sekadar perubahan jadwal makan dan tidur, melainkan momentum besar untuk perubahan hati dan perilaku.

Allah Ta‘ala memerintahkan hamba-Nya untuk segera bertaubat dan tidak menunda-nunda. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”

(QS. At-Tahrim: 8)

Taubat adalah kunci pembuka keberkahan. Taubat membersihkan hati yang kotor, melembutkan jiwa yang keras, dan menghidupkan kembali semangat ibadah yang mulai redup. Oleh karena itu, sebelum Ramadhan tiba, hendaknya kita memulai langkah taubat dengan sungguh-sungguh.

Bulan Rajab dan Sya‘ban adalah waktu terbaik untuk menata diri. Barang siapa memulai taubat di bulan Rajab, insya Allah akan dikuatkan langkahnya ketika memasuki Ramadhan. Barang siapa menata hati hari ini, ia akan merasakan manisnya ibadah di hari esok. Sebab, ibadah yang khusyuk lahir dari hati yang bersih.

Rasulullah bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari seratus kali.”

(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa taubat bukan hanya kewajiban bagi orang yang banyak dosa, tetapi kebutuhan setiap hamba, bahkan seorang Rasulullah yang maksum pun memperbanyak taubat.

Allah Maha Pemurah dan Maha Pengampun. Betapapun banyak dosa seorang hamba, pintu taubat selalu terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan. Allah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”

(QS. Az-Zumar: 53)

Taubat yang benar bukan sekadar ucapan istighfar di lisan, tetapi disertai penyesalan dalam hati, meninggalkan dosa yang dilakukan, serta bertekad kuat untuk tidak mengulanginya. Termasuk di dalamnya adalah memperbaiki hubungan dengan sesama manusia: memaafkan, meminta maaf, dan menyambung kembali silaturahmi yang terputus.

Mari kita sambut Ramadhan dengan persiapan terbaik. Bersihkan hati sebelum membersihkan piring sahur. Ringankan langkah menuju masjid sebelum mengejar hidangan berbuka. Lunakkan hati dengan taubat, agar Ramadhan tidak berlalu sia-sia.

Semoga Allah Ta‘ala menerima taubat kita, menguatkan langkah kita menuju Ramadhan, dan menganugerahkan kepada kita Ramadhan yang penuh makna, ampunan, dan keberkahan. Aamiin.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)