0811106108

Tingkatkan Kompetensi Dakwah,Corps Da’i Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang Ikuti Dauroh Amar Ma’ruf Nahi Munkar

$rows[judul]

Karawang, 15 Agustus 2026 — Corps Da’i Lajnah Dakwah Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang mengikuti kegiatan Dauroh Mahārat wa Qawā’id Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang diselenggarakan oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Karawang bekerja sama dengan Yayasan Lampu Iman Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh para da’i dan pegiat dakwah dari Karawang serta sejumlah daerah lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Corps Da’i Lajnah Dakwah Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang mengutus tiga perwakilan, yaitu Ust. Ucu Khaerudin, S.Pd.I., Ust. Abdul Hadi Asysyarif, M.Pd., dan Ust. Hibatul Wafi, M.Pd.

Sebagai tuan rumah, kegiatan ini turut dihadiri dan didukung oleh Dr. Imanuddin Kamil, Lc., M.Pd., selaku Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Karawang. Beliau menyambut para peserta yang hadir dan memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan para da’i dalam menjalankan tugas dakwah di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, mulai pukul 09.30 hingga 16.20 WIB ini dibuka oleh Drs. KH. Yono Waryono. Dalam pembukaannya, beliau membacakan dan menjelaskan kandungan QS. As-Saff ayat 9 dan QS. Al-Fath ayat 28, yang menjelaskan misi Rasulullah ﷺ dalam membawa agama Islam sebagai agama yang benar serta menampakkannya di atas agama-agama lainnya.

Selanjutnya, Dr. Jajat Sudrajat, Lc., M.A. memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut dan menyambut baik kehadiran para peserta, baik dari Karawang maupun dari luar Karawang. Beliau juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas para da’i agar mampu menghadapi berbagai tantangan dakwah yang berkembang di masyarakat.

Materi utama disampaikan oleh Syaikh Abdulmajid Danjuma, seorang pakar dakwah dari Yayasan Nasihat dan Taujih. Beliau menyampaikan berbagai kaidah dan keterampilan dalam berdakwah, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan amar ma’ruf nahi munkar.

Selain mendapatkan materi, para peserta juga mengikuti sesi praktik dengan menganalisis berbagai kasus kemaksiatan yang terjadi di lingkungan sekitar. Peserta diajak mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) yang dapat memengaruhi efektivitas dakwah dan upaya pencegahan kemungkaran di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk menambah wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan para da’i dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Melalui pendekatan yang sistematis, peserta diharapkan mampu menentukan strategi dakwah yang tepat sesuai dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Dauroh kemudian ditutup oleh Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Wilayah Jawa Barat, KH. M. Roinul Balad. Dalam penutupannya, beliau menyampaikan sejumlah tantangan dakwah yang dihadapi masyarakat di wilayah Jawa Barat saat ini serta pentingnya sinergi antar-elemen dakwah dalam menjawab berbagai persoalan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para da’i semakin siap menjalankan tugas amar ma’ruf nahi munkar secara berilmu, bijaksana, terarah, dan sesuai dengan kaidah dakwah Islam, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih baik. [Pen. H. Wafi/Ed. Hadi]

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)