Sebelum rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam wafat, beliau telah menyiapkan sepasukan tentara di bawah pimpinan Usamah bin Zaid. Tetapi sebelum tentara Usamah jadi berangkat beliau telah wafat. sebagian sahabat ada yang mengusulkan kepada Abu Bakar agar beliau membatalkan pasukan tentara Usamah yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam itu dan dikirim saja untuk memerangi orang-orang yang murtad. Oleh karena itu beliau menjawab "Demi Allah" saya tidak akan menurunkan bendera yang telah dipasang oleh Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam. Disamping itu sebagian sahabat ada yang mengusulkan agar melepas Usamah dari jabatannya itu kepada orang lain yang lebih tua dari padanya. Abu Bakar sangat marah mendengar berita itu lalu berkata "saya tidak akan menurunkan dia karena Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam sudah mengangkat dia sebagai tentara. Maka berangkatlah tentara itu menyerang benteng musuh serta membawa harta rampasan dan kembali ke Madinah dengan kemenangan. Di antara pesan-pesan Abu Bakar kepada para prajurit yang berperang dan benar-benar bijaksana itu: "Jangan kamu khianat, janganlah kamu durhaka, janganlah kamu aniaya, janganlah membunuh anak-anak kecil dan orang tua. jangan merusak pohon yang berbuah, membunuh binatang kambing, unta dan lembu kecuali dimakan dagingnya. "Setelah Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam wafat, muncullah kesulitan-kesulitan yang dihadapi umat islam dibawah pimpinan Abu Bakar, diantaranya yang terpenting adalah menghadapi orang-orang yang mengaku nabi, menghadapi orang-orang murtad, dan orang-orang yang membangkang tidak mau membayar pajak.
A. Menumpas Nabi Palsu
Ada empat orang yang menamakan dirinya sebagai nabi. padahal islam mengajarkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ’Alaihi Wasallam adalah nabi akhiruzzaman. Keempat yang mengaku nabi itu adalah nabi palsu. yaitu Musailamah Al kazab dari bani Hanifah di Yamamah, Sajah Tamimiyah dari Bani Tamim, Al Aswad Al Anshi dari Yaman dan Tulaihah bin Khuwailid dari Bani Saddi Nejed. Adanya nabi-nabi palsu itu pasti membahayakan kehidupan agama dan negara islam. Khalifah Abu Bakar menugaskan pasukan Islam untuk menumpas mereka dan pengikut-pengikutnya, penumpasan itu 'berhasil dengan gemilang dibawah pimpinan panglima Khalid bin Walid. Musailamah dibunuh oleh Washy, Al Aswad dibunuh oleh istrinya sendiri, Tulaihah dan Sajad lari dan menyembunyikan diri.
B. Memberantas Kaum Murtad
Berita wafatnya Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam, berakibat menggoyahkan iman bagi orang-orang islam yang masih tipis imannya, banyak orang menyatakan dirinya keluar dari Islam (murtad). Tidak mau shalat dan tidak lagi membayar zakat. bahkan ada sementara daerah-daerah memisahkan dari dengan pemerintahan pusat di Madinah, sedangkan daerah-daerah yang masih setia adalah Madinah, Mekah dan Thaif. Abu Bakar berunding dengan para sahabat yang lain dalam menghadapi para kaum murtad itu. mereka sepakat menyeru agar bertaubat, jika tidak mau sadar, mereka akan dihadapi dengan menggunakan kekerasan. Tetapi usaha lemah lembut dari pemerintahan Islam di Madinah itu mereka abaikan, kaum murtad didukung oleh kekuatan besar kurang lebih 40.000 orang. Muslimin menghadapi mereka dengan pasukan yang besar pula, Abu Bakar mengirim ekspedisi dibawah pimpinan Ikhrimah bin Abu Jahal, Syurahbil bin Hasnah, Amru bin Ash, dan Khalid bin Walid. Tindakan tegas kaum muslimiin itu dapat melumpuhkan kekuatan kaum murtad, sehingga mereka kembali mentaati perintah syariat Islam. Abu Bakar berhasil dalam usaha ini, sehingga wilayah Islam utuh kembali.
InsyaAllah besok kita lanjutkan Kisah ini.
Semoga berkenan...
_ Lajnah Dakwah_
Tulis Komentar