Peran Dan Fungsi Abu Bakar Sebagai Khalifah (proses peralihan kepemimpinan)
Berita wafatnya rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam menggemparkan umat islam. Sebagian mereka tidak mempercayai berita itu, karena dalam shalat subuh sebelum itu, beliau hadir di masjid. Berita itu dianggap desas-desus untuk mengacaukan kaum muslimin. Umar bin Khattab sendiri termasuk orang yang tidak mempercayainya. Sesudah mendengar berita itu, Abu Bakar langsung masuk kerumah rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dan menyaksikan rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam telah terbujur ditunggui oleh Aisyah, Ali bin Abi Thalib serta beberapa orang kerabat dekat beliau, ucapan Abu Bakar ketika melihat jenazah rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, "Alangkah baiknya anda hidup dan alangkah baiknya pula ketika anda wafat".
Abu Bakar dibai'at sebagai khalifah pertama pada tahun 11 H atau 632 M. Sepak terjang pola pemerintahan Abu Bakar dapat dipahami dari pidato Abu Bakar ketika dia diangkat menjadi Khalifah. Isi pidatonya sebagai berikut: “Wahai manusia, sungguh aku telah memangku jabatan yang kamu percayakan, padahal aku bukan orang yang terbaik diantara kamu. Apabila aku melaksanakan tugasku dengan baik, bantulah aku, dan jika aku berbuat salah, luruskan aku. Kebenaran adalah suatu kepercayaan, dan kedustaan adalah suatu penghianatan. Orang yang lemah diantara kamu adalah orang yang kuat bagiku sampai aku memenuhi hak-haknya, dan orang kuat diantara kamu adalah lemah bagiku hingga aku mengambil haknya, Insya Allah. Jagnganlah salah seorang dari kamu meninggalkan jihad. Sesungguhnya kaum yang tidak memenuhi panggilan jihad maka Allah akan menimpakan atas mereka suatu kehinaan. Patuhlah kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika aku tidak mentaati Allah dan Rasulnya, sekali-kali janganlah kamu mentaatiku. Dirikanlah shalat, semoga Allah merahmati kamu.”
Pidatonya di atas, menunjukkan garis besar politik kebijaksanaan Abu Bakar dalam pemerintahan. Didalamya terdapat prinsip kebebasan berpendapat, tuntutan ketaatan rakyat, mewujudkan keadilan, dan mendorong masyarakat berjihad, serta shalat sebagai intisari takwa.
InsyaAllah besok kita lanjutkan Kisah ini.
Semoga bermanfaat..
Lajnah Dakwah
Tulis Komentar